↻ Lama baca < 1 menit ↬

Memanfaatkan api lilin (dulu api teplok) untuk merekatkan kantong plastik itu masih ada. Jelas kalah cepat bila dibanding alat pres genggam bertenaga baterai. Tapi bagi pembungkus sekaligus penggoreng kerupuk bawang, emping, dan rempeyek ini, pres lilin bukan soal. “Kan nggak saben hari,” katanya. Lagi pula dalam serangakaian pengepresan itu sebatang lilin pun tak sampai habis. Kriuk-kriuk itu dijual Rp 1.000 per bungkus. Untuk Jakarta ini termasuk murah.