• Lama baca: < 1 menit →

Slogan di dekat perempatan. Saya melihat yang sejenis di beberapa tempat, biasanya tentang “persatuan, kesatuan, musyawarah, dan mufakat”. Bedanya, yang Jalan Ahmad Dahlan ini tak bersanding dengan spanduk Kodim. Lantas apa yang mereka maksudkan “isu” — apalagi yang “tidak bertanggung jawab”? Obrolan sehari-hari mengartikan isu sebagai desas-desus atau rumor — bahkan gosip. Barangkali karena itulah dalam obrolan sehari-hari orang tak mau mengindonesialan “not a big issue” supaya maknanya tak melenceng. Oh ya, “terprovokasi atas isu…” atau “terprovokasi oleh isu…”? Juga kenapa tidak memilih salah satu dari “warga” dan “masyarakat” jika berhubungan dengan wilayah kelurahan? :D Ah itu urusan Iqbal sang pemabuk!

Pemilik BlogUmumSlogan di dekat perempatan. Saya melihat yang sejenis di beberapa tempat, biasanya tentang 'persatuan, kesatuan, musyawarah, dan mufakat'. Bedanya, yang Jalan Ahmad Dahlan ini tak bersanding dengan spanduk Kodim. Lantas apa yang mereka maksudkan 'isu' -- apalagi yang 'tidak bertanggung jawab'? Obrolan sehari-hari mengartikan isu sebagai desas-desus atau rumor...Suatu atau sebuah blog?