• Lama baca: 2 menit →

ENAK AJA! DARI MANA DUITNYA?

ayo sekolah

Sebuah kartu pos saya ambil dari beranda Mal Puri Indah, Jakarta Barat. Gambar asli entah dari mana. Setting-nya adalah trotoar. Terpampang kardus bekas dengan tulisan meminta-minta. Ada pula tatakan penampung koin. Pesan di bawah gambar: “Your life is not gonna ends up like this if…

Kartu saya balik. Tertera di sana, “Get Yourself a Professional Education Consultant!!!“. Pembuatnya adalah NexGen, konsultan sekolah lanjut ke luar negeri.

Tak ada orang mau jadi miskin sampai terpaksa mengemis. Pendidikan adalah sebuah tangga untuk menapak tingkat kesejahteraan yang lebih baik — atau minimal mempertahankan pencapaian ekonomi keluarga.

Tapi pendidikan bagus belum menjangkau semua orang. Pendidikan adalah investasi masa depan, yang apa boleh buat, butuh dana gede. Hari gini punya banyak anak bakal repot untuk menyekolahkan mereka.

Dari sisi pasar sih sudah jelas, ada permintaan dan penawaran. Maka seperti halnya rumah sakit, kita tak malu lagi menjadikan pendidikan sebagai bisnis jasa — dari kursus keterampilan sampai universitas.

Taruh kata yang bagus dan mahal itu adalah “sekolah plus” (apalagi di luar negeri), kita tetap mewajibkan pemerintah mengurusi “sekolah biasa” dengan benar. Artinya “sekolah biasa” tak diperlakukan sebagai “sekolah minus”.

Pendidikan yang bagus, tapi murah, adalah kebutuhan sekaligus tantangan. Enak dijadikan retorika dalam kampanye pemilu. Cocok jadi komoditas politik ala sinterklas, misalnya “voucher bantuan pendidikan”.

Pemilik BlogUmumENAK AJA! DARI MANA DUITNYA? Sebuah kartu pos saya ambil dari beranda Mal Puri Indah, Jakarta Barat. Gambar asli entah dari mana. Setting-nya adalah trotoar. Terpampang kardus bekas dengan tulisan meminta-minta. Ada pula tatakan penampung koin. Pesan di bawah gambar: 'Your life is not gonna ends up like this if...' Kartu...Suatu atau sebuah blog?