
Hingga dini hari ini belum ada kabar berita — lho, sudah kabar, ditambah berita pula — bagaimana nasib Jampidsus Febrie Adriansyah setelah polisi dan KPK menyatroni tempat dia menimbun harta. Dugaan sementara, segala jenis benda berharga itu miliknya.
Saat ini saya kancilan, padahal sebelum hari berganti saya sudah jadi orang mapan — tepatnya mapan turu. Akibatnya lamunan saya ke mana-mana. Apakah jaksa agung melindungi Febrie, setidaknya membiarkan dia di mana?
Saya bersuuzan demikian karena Kejagung punya intelijen, dipimpin seorang jaksa agung muda bidang intelijen, masa sih tidak bisa mengendus sejawatnya di mana. Di sisi lain, Polri juga punya Baintelkam dan KPK punya intel di bawah Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi.
Lalu saya tersenyum sendiri, militer juga punya badan intelijen, setiap angkatan punya, begitu pun badan negara lain berstatus sipil. Pikiran komikal naif saya membayangkan mereka saling mengendus dengan keahlian dan teknologi, termasuk untuk intersepsi. Bukankah terkabarkan bahwa dalam kasus Ferdy Sambo dulu semua badan intelijen tahu masalah yang sebenarnya?
Yang utama tentu terulang pada Febrie sendiri. Sejauh ini dia belum menjadi tersangka maupun buron. Jadi langsung nongol bikin jumpa pers juga aman dan sungguh perwira. Jangan sampai fitnah dan hoaks merugikan dirinya. Apakah nanti siang dia akan menjelaskan kepada publik?

