
Saat Pak Satpam menjenguk lauk di etalase, mata saya sempat menangkap logo huruf A berbingkai di lengan kirinya. Huruf A dengan langgam fon Gothic mengingatkan saya pada logo A pada sigaret Sampoerna. Hanya mirip, tidak persis plêk ketiplêk.

A dalam jenama Sampoerna adalah untuk Aga Sampoerna (Liem Swie Ling, 1915–1994), bapaknya Putera Sampoerna. Adapun Aga adalah putra Liem Sing Tee (1893–1956), pencipta rokok kretek Dji Sam Soe.

Adapun A dalam baju Pak Satpam saya duga merupakan logo dari perusahaan jasa keamanan tempat dia bekerja. Tadi saya siang sebelum ke warung, paginya saya sempat melihat Release Radar di Spotify, tentang lagu baru dari single maupun album. A dalam logo itu adalah Ayreon, band Belanda yang tampaknya kurang populer di Indonesia, begitu pun pentolannya yakni Arjen Anthony Lucassen, seorang kibordis, gitaris, basis, vokalis, dan komposer.
Ayreon, nama yang aneh sehingga memunculkan banyak tafsir, kemarin meluncurkan album rekaman pentas retrospektif Ayreon – 30th Anniversary – an Amazing Flight Through Time. Dari sejumlah, bukan semua, album Ayreon yang saya sukai adalah The Human Equation (2004), dalam kemasan dua keping CD.
