
Di gang sempit itu ada kandang ayam, mepet tembok rumah. Saya membatin, meskipun permukiman kian padat, ada saja orang memiara ayam kampung.
KBBI menjelaskan ayam kampung sebagai “ayam lokal hasil domestikasi ayam hutan yang telah beradaptasi, hidup, berkembang, bereproduksi dalam jangka waktu yang lama, dan dikembangbiakkan menjadi hewan ternak; Gallus domesticus“.

Meskipun ada ayam kampung, KBBI tak punya lema ayam kota. Istilah ini memang setahu saya tidak lazim. KBBI malah punya arti kedua dari ayam kampung, sebagai kiasan: “gadis desa yang dijadikan pelacur”. Bahkan KBBI punya entri ayam kampus, sebagai kiasan kasar, artinya “mahasiswi yang merangkap sebagai pelacur”.
Istilah ini muncul tahun 1980-an.
Nah, ayam kampung yang saya jumpai di gang itu lebih sering terlihat di kandang. Kesan saya demikian karena saya kerap lewat gang itu untuk memangkas jarak, ada saat dalam sehari dua kali bahkan empat kali. Tak ada warga situ yang saya kenal, begitu pun sebaliknya.

Di dalam kompleks perumahan juga ada yang memiara ayam kampung, diumbar. Dalam bahasa Jawa, kata umbar tak hanya berarti melampiaskan hawa nafsu tetapi juga membiarkan. Orang-orang Jawa lawas dulu menyebut jam istirahat sekolah sebagai umbar dan umbaran.

Saya membayangkan, jika di tengah perkampungan padat ada pemiara mengumbar ayam mungkin akan merepotkan tetangga. Ayam akan berkeliaran dari rumah ke rumah, berak di depan pintu, dan seterusnya.

Di gang tersebut mulanya saya minta izin pemilik untuk memotret ayam dari celah terali kandang. Ternyata sulit. Lalu seorang cowok remaja, pemilik ayam, menawarkan diri mengeluarkan ayam jagonya. Mulanya saya menolak, tak mau merepotkan, tetapi dia mengulangi tawaran hingga empat kali. Akhirnya saya terima. Matur suwun.

Memiara ayam itu kegemaran. Mungkin tempat tinggal bukan masalah. Teman saya, orang Indonesia wartawan AFP, abad lalu sepulang dari penempatan di Belgia sibuk dengan ayam kampungnya di Pamulang, Tangsel.
Di Amrik, pada awal 2000-an muncul semangat rumah tangga memiara ayam. Tergantung perda masing-masing kota sih. Urban chicken keeping atau gerakan backyard chicken ini mengulang spirit PD I dan PD II demi mencukupi bahan pangan.
Mulai 1950-an spirit itu menyurut, lalu awal abad XXI muncul lagi, sampai kini, antara lain untuk memanfaatkan telur. Ada aturannya sih, dari jumlah ayam sampai jarak dari tetangga. Di Inggris ternyata ada juga warga kota yang memiara ayam. Bahkan ada SD di London memiara ayam untuk praktik.
