
Saya takkan berbanyak kata untuk film dokumenter Pesta Babi (Dandhy Dwi Laksono & Cypri Paju Dale, 2026).
Film itu adalah potret kotor Indonesia di Papua. Pemerintah dan investor tak menganggap ada manusia dalam hutan, padahal masyarakat adat memperoleh air, pangan, dan obat dari hutan.
Saya bingung memahami alasan aparat militer maupun sipil membubarkan nobar film itu di beberapa tempat. Tampak dicari-cari. Padahal pemerintah pusat tak melarang.
Maka tontonlah.

2 Comments
Zaman keterbukaan begini kok masih pakai cara lama. Apa ya ada gunanya, Bang Paman? Makin dilarang, orang makin penasaran. Kalau mau fair ya, bikin film propag… eh tandingan
Bikin film propaganda, lalu anak sekolah wajib menonton, kudu bayar? Perangkat desa juga wajib nonton di bioskop?