Dalam 14 bahasa info produk tiada bahasa Indonesia

Tak ada bahasa Indonesia dalam kemasan pensil mekanis Faber-Castell, tapi ada bahasa Malaysia. Padahal hukum RI mewajibkan bahasa Indonesia.

▒ Lama baca < 1 menit

Tak ada bahasa Indonesia dalam produk pensil Faber-Castell — Blogombal.com

Apakah Anda segera paham maksud teks ini?

  • Keselesaan barrel berbentuk segi tiga
  • Sarung boleh ditarik masuk untuk mengelakkan kerosakan pada poket

Lalu bandingkanlah dengan teks ini:

  • Comfortable triangular barrel
  • Retractable sleeve to prevent damaging pockets
Tak ada bahasa Indonesia dalam produk pensil Faber-Castell — Blogombal.com
¬ Apakah setiap orang Indonesia mudah memahami bahasa Melayu Malaysia, demikian pula sebaliknya?

Ya, kalimat pertama dari bahasa Melayu Malaysia. Sedangkan teks kedua dari bahasa Inggris. Kedua bahasa itu adalah bagian dari 14 bahasa yang tertera pada kemasan pensil mekanis Faber-Castell.

Kemasan produk menyebut grip. KBBI tak menyerap grip dalam arti stilus (stylus), yakni stik batu untuk menulisi sabak, bidang tulis yang hidup dalam dunia sekolah di Indonesia sampai 1965. Kakak-kakak dan oom tante saya saat TK hingga kelas 1 SD mengalami menggunakan sabak dan grip. Saya membeli sabak baru di Negeri Belanda, awal 2000-an.

Tak ada bahasa Indonesia dalam produk pensil Faber-Castell — Blogombal.com

Lalu apa persoalan bahasa grip, yang disertai teks Jerman druckbleistift dan teks Inggris mechanical pencil? Saya bukan seorang chauvinis, tak berkeberatan terhadap bahasa Melayu Malaysia. Bahkan kadang saya membaca situs koran Melayu Malaysia maupun Singapura. Tetapi Indonesia sebagai pasar yang besar masa sih bahasanya tak dihitung?

Sebenarnya ada sejumlah regulasi yang mewajibkan barang untuk konsumen menyertakan informasi dalam bahasa Indonesia. Misalnya Pasal 8 ayat (1) huruf j UU Perlindungan Konsumen:

Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Aturan tersebut juga berlaku untuk barang impor. Dalam kasus pensil mekanis, teks berbahasa Indonesia yang dibutuhkan tak boros karakter, setara dengan versi bahasa Melayu. Bandingkan dengan abad lalu ketika Anda membeli ponsel, kotak kemasannya dua kali lebih tebal dari bata merah karena ada buku manual multibahasa. Halaman berbahasa Indonesia lebih tambun kata-kata.

Memangnya pensil ini dari mana? Faber-Castell dari Stein, Jerman, terbikin oleh Kaspar Faber pada 1761, saat Amrik masih dijajah Inggris; lalu pada 1898 nama kongsi menjadi Faber-Castell setelah putri generasi penerus Kaspar, Ottilie von Faber, sebagai pewaris tunggal, menikah dengan anggota keluarga menak Count Alexander zu Castell-Rüdenhausen.

Tak ada bahasa Indonesia dalam produk pensil Faber-Castell — Blogombal.com

Dalam perjalanan waktu, produksi Faber-Castell dilakukan di Guangzhou, Tiongkok. Ya, banyak merek Barat akhirnya dibuat di Negeri Panda, dan negeri itu mengembangkannya.

Dalam industri hiburan audio misalnya, makin membahana chi-fi (China Hi-Fi), dari Fosi, Fiio, sampai Cayin. Bahkan sejumlah jenama audio Barat sudah dibeli kompeni Tiongkok, misalnya Wharfedale, Quad, dan Audiolab. God created the world, everything else is made in China.

Tinggalkan Balasan