
Bagi saya ini bukan masalah medis melainkan desain grafis. Rupa kemasan kedua jenis strip obat generik ini mirip, karena berasal dari produsen yang sama. Gliquidone untuk diabetes tipe 2. Spironolactone untuk hipertensi.
Masalahnya, orang yang sama mendapatkan kedua jenis obat itu, bersama sejumlah obat lainnya, masing-masing dengan aturan pakai yang berbeda. Saya sebagai penyiap obat harus cermat. Bagi orang dengan penglihatan kurang jelas tentu bisa menjadi masalah.
Saya berpengandaian, nama obat generik tak perlu logo seperti obat paten. Menjadi merepotkan jika tanpa logo, dua jenis apalagi lebih obat generik sulit dibedakan gara-gara templat desain yang sama.
Saya bukan desainer grafis, namun saya membayangkan tetap ada solusi visual untuk kemasan obat generik, sehingga tak merepotkan petugas apotek dan farmasi rumah sakit maupun konsumen sehingga tak keliru ambil.
Kerepotan lain dalam strip kemasan obat ada yang mudah disobek dan ada yang harus dengan gunting. Kenapa tak dibikin semuanya mudah disobek? Kalau blister sih tinggal menekan tonjolan wadah setiap butir obat.

