Keanehan dakwaan dan tuntutan untuk Amsal Sitepu

Menyangkut rasa peri keadilan, masyarakat awam berhak mempertanyakan kwalitet jaksa (dan hakim).

▒ Lama baca < 1 menit
Dakwaan jaksa Wira Arizona terhadap Amsal Sitepu — Blogombal.com
¬ Tabel diambil dari akun @prajnamu di X.

Jika dakwaan dan tuntutan jaksa menyakiti rasa keadilan, masyarakat awam yang tak paham hukum boleh mempertanyakan kualitas jaksa. Kasus terbaru adalah videografer Amsal Christy Sitepu, yang didakwa melakukan penggelembungan nilai proyek profil desa. Pertanyaan bodoh dari khalayak ramai maupun sepi paling mudah, namun jaksa tak berhak tersinggung, adalah kenapa Wira Arizona bisa jadi jaksa?

Dalam sidang di PN Medan, Sumut, Wira menuntut Amsal hukuman dua tahun penjara, denda Rp50 juta subsider kurungan tiga bulan, dan membayar uang ganti rugi Rp202 juta.

Ferry Irwandi mengupas kasus Amsal Sitepu, di Kabupaten Karo, Sumut, dengan bernas dan jernih dalam kanalnya di YouTube. Kebetulan Ferry adalah videografer (pernah menjadi videografer resmi Asian Games 2018), sarjana akuntansi alumnus STAN, dan ahli bersertifikat untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dia memuji karya Amsal.

Kata Ferry dalam menit ke 6.27, “[…] sebagai videografer untuk ngerjain video 40 menit dengan muatan seperti itu, dengan dibayar cuman Rp30 juta, gua pasti nolak teman-teman, karena kemurahan….”

Jaksa menilai konsep kreatif Rp0. Editing dan sulih suara Rp0. Waduh, orang pakai aplikasi penyuntingan gambar dan video di ponsel pun harus bayar, kecuali nekat dengan fitur minim dan kadang disertai watermark.

Saya tak habis pikir kenapa Jaksa Wira tak paham soal itu. Dari mana data itu tidak penting karena lebih penting kenapa Wira memprosesnya untuk memperkarakan Amsal.

Semoga dia hanya pura-pura tidak tahu bahwa video mentah perlu diedit agar menjadi cerita yang layak tonton. Tanpa penyuntingan, video takkan beda dari rekaman kamera CCTV yang langsung disalin. Tetapi kalau pura-pura tak paham, lantas buat apa?

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

¬ Amsal (Sulaiman) 12:15, Alkitab LAI, Terjemahan Baru versi pertama

4 Comments

warm Kamis 2 April 2026 ~ 14.17 Reply

untunglah akhirnya viral dan bebas, apa-apa kudu viral baru diurusin dengan bener. hedeh

Pemilik Blog Kamis 2 April 2026 ~ 19.24 Reply

Sekali lagi soal kualitas penegak hukum

Tinggalkan Balasan