
Diyakini banyak orang, sesekali seseorang bisa naik sepeda pada masa bocah maka pada usia dewasa dapat melakukan, diawali dengan penyesuaian sebentar. Bagaimana dengan egrang atau jangkungan?
Saya tidak bisa. Sejak kecil saya tidak bisa naik egrang, bahkan yang pijakannya hanya setinggi lutut anak sekali pun. Maka melihat orang naik egrang tinggi untuk ngamen, sedangkan temannya yang berjalan kaki menjadi pengumpul receh, saya pun kagum. Padahal rute dia, Jalan Kampung Sawah, Kobek, Jabar, memiliki ruas yang macet. Nyatanya dia bisa bertahan di atas.
Membayangkan dia terjungkal maupun terjengkang, mengerikan juga bagi saya. Apalagi kalau misalnya dia menimpa mobil, si pemilik kendaraan bisa menuntut ganti rugi, setidaknya biaya klaim asuransi.
Saya belum menemukan video yang bukan hanya menunjukkan cara pemakai egrang tinggi untuk naik dan turun tetapi juga ada action camera yang terpasang pada kepala dan bagian atas badan egrang, di bagian pijakan kaki. Semoga ada kreator konten yang mau meminjamkan alat dan membuat video tentang pemain egrang tinggi. Syukur jika berupa film dokumenter bagaimana egrang dibuat, cara membuat celana cutbrai tinggi, hingga perolehan ngamen.


6 Comments
dulu, maksudnya puluhan tahun yang lalu, pernah bisa dan senang berkeliling sekitar rumah terutama kalau sedang becek. meski hanya setinggi paha.
Weits ada Ipoul. Apa kabar?👍💐👏
Anak lanangmu mbok diajari egrang 😇
saya ga bisa pake egrang, sulit sekali keseimbangannya. dulu waktu SD pernah mau belajar sama sepupu yg tetangga, tetep aja ga bisa-bisa hehe susah. padahal pas kerja sangat kepake pas 17-an, ada cabang egrang pas lomba antar kantor
Aha ternyata bukan cuma saya yang gak bisa naik egrang 😂
Sy juga enggak bisa.😁
BTW Paman kasih berapa pengamen beregrang yang bikin kagum itu?
Ada yang bertugas memberi, saya tetap di kanan, pegang setir 😇