
Saya memang kurang kerjaan karena tak berstatus bekerja. Tetapi saat masih ngantor maupun sebagai pekerja lepas sebelum ada istilah WFH maupun WFA, saya kadang memperhatikan hal tidak penting. Maka tadi saya memperhatikan kepala ritsleting ini. Mereknya KYY, bukan YKK.
Jangan khawatir bahwa saya akan memperhatikan hal kecil dari bawaan Anda, karena ritsleting ini menempel di tas saya, murah, buatan Bandung. Saya memperhatikannya tadi, saat mengambil disinfektan tangan. Entah kenapa mata saya melihat merek KYY.
YKK (singkatan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha) adalah produsen ritsleting kelas dunia dari Jepang, yang mulanya bernama San-es Shokai di Tokyo, beroperasi sejak 1934. Di Indonesia ada juga pabriknya, di Cibitung, milik PT YKK Zipper Indonesia. Dulu saya kerap melihat bus antar jemput karyawan YKK di Pondokgede dan Cawang.

Semua brand besar memesan ritsleting ke YKK, namun jenama yang tertera adalah milik pemesan. Lalu KYY itu milik siapa, adakah hubungannya dengan YKK? Saya tak mencari tahu.
Ritsleting kita serap dari bahasa Belanda, ritssluiting (suku kata uit dilafalkan eit dengan bibir monyong seperti membunyikan “u”), tetapi orang Jawa kadang menyebut zipper sebagai slèrèkan. Lebih mudah.

6 Comments
kalo di film Die Hard, Bruce Willis bilang.. “yipi KYY mader fader”..
Eh Die Hard yang keberapa ya?
saya biasa ngucapnya : rensleting
Saya juga pernah melihat merek KYY tapi lupa kapan tepatnya (karena sudah lama banget) dan lupa menempelnya di barang apa — yang pasti bukan di jin Levi’s saya😁
Jangan-jangan Levi Strauss & Co pesan ke KYY juga 🫣
Yang penting sama-sama paham 🤣