
Sesekali ndak papa. Pada hari raya, pantangan boleh dilanggar. Misalnya asupan gula, garam, dan lemak. Memang sih tubuh membutuhkan itu semua. Namun kepekaan seseorang terhadap batas itu beragam. Persoalannya, selama Lebaran asupan gula dari makanan, ditambah minuman, bisa lebih tinggi.
Dua hari Lebaran plus sehari setelahnya, saya mengukur tensi dan gula darah seseorang, oh tinggi sekali, melebihi batas yang ditentukan dokter jantung dan internis yang menangani dia. Itu terjadi karena dia mengonsumsi aneka hidangan bersantan, penganan manis, dan yah… sedikit minuman manis.

Nah, kemarin saya mendapatkan oleh-oleh dua lusin minuman manis berperisa apel dari Malang, hasil home industry yang sering disebut UMKM. Dalam kemasan hanya disebut gula, tanpa gramasi berapa. Mungkin karena ini termasuk P-IRT (pangan industri rumah tangga), yang izinnya cukup dari wali kota atau bupati, sehingga tak memuat hasil uji BPOM. Saya belum berminat mencicipi.

Masalahnya adalah kalori dari si manis. Ada yang cepat menaikkan gula darah dan ada yang tidak. Coke Zero Sugar tetap manis namun menggunakan aspartam yang rendah kalori dan asesulfam kalium (Aces-K) yang memberikan jejak rasa serupa gula biasa, sehingga dicitrakan lebih aman.

Kalau saya kadang minum Fanta merah dingin, itu pun hanya pas kondangan. Saya sebut wédang abang, tetapi bukan yang dari Big Cola, saya mengantre bersama anak-anak kecil.
Sejak dulu saya bukan penggemar makanan dan minuman manis. Minum teh selalu tawar, kopi selalu agak cuwèr tanpa gula — kalau kopi terlalu asam dan pahit saya beri gula sedikit namun hal itu jarang.
Apakah saya aman dari diabetes? Mungkin tidak. Garis keluarga saya punya bakat diabetes dan penyakit kardiovaskular. Dari enam bersaudara anak orangtua saya, kini tinggal tiga yang hidup tersebab kedua hal itu. Setiap hari saya mengukur tensi dengan Omron yang terhubung ke ponsel.
- Infografik lain, comotan dari Kompas, perihal diabetes ada di pos ini. Peringkat mondial Indonesia nomor 4 setelah India, RRT, dan AS
- Tentang hipertensi, yang makin menyerang kaum muda, disertai infografik, lihat di sini

6 Comments
Tahun kemarin: selama puasa turun 3kg, setelah lebaran naik 5kg. Laba 2kg 😀
Tahun ini belum sempat menimbang..
Menimbang sambil mbopong bligo 🫣
Huuih itu enak, seger, tapi memang manis banget, Bang Paman..
Btw lebaran kemarin saya minum rootbeer setelah prei minum soda berbulan-bulan. Entah kenapa tiba-tiba pingin hehehe 😀
Rootbeer A&W? Atau sarsaparila Ngoro? 😇
saya juga mulai mengurangi gula-gula ini, paman..
Tapi jangan punya koleksi gula-gula ya 🤭