Bu Guru kelas V SD swasta: “Jadi, sudah jelas ya bagi kalian, di negara ini ada layanan pemerintah yang tidak kenal libur. Maka kantor tentara, polisi, pemadam kebakaran, stasiun, terminal, bandara, tetap ada petugasnya. Rumah sakit juga, termasuk yang swasta. Jelas?”
Tati: “Kalau dapur MBG?”
Bu Guru: “Oh, tidak mengenal hari libur, Tati. Ada yang tahu mengapa?”
Toto: “Kata orang, dapurnya libur tapi sudah ada stok makanan untuk kita yang libur, Bu. Saya dengar bunda bicara ke ayah, yang punya dapur terima bayaran terus. Lalu ayah mengatakan, seperti kita bayar sekolah si Toto, meskipun libur panjang tetap bayar. Ayah juga mengatakan seperti pada masa eyang kakung berlangganan koran, setiap bulan membayar tetap padahal ada beberapa tanggal merah saat koran tidak terbit.”
Bu Guru: “Mmmm… hampir bel istirahat ini. Ada di antara kalian yang ingin mengungkapkan pendapat? Oh, ya Antemono, coba katakan….”
Antemono: “Semua serangga juga tidak mengenal istirahat atau libur, Bu.”
Bu Guru: “Pendapatmu selalu aneh. Kamu terlalu banyak membaca hal yang sama sekali tidak berfaedah di luar buku pelajaran. Hanya virus yang sedang menggandakan diri yang tidak mengenal istirahat.”
Antemono: “Bagaimana kalau Ibu bertanya kepada ahli serangga?”
Tètttt…! Bel berbunyi.


8 Comments
Antemono kecil, yang sangat suka membaca hal kurang berfaedah di luar pelajaran, saat dewasa menjadi Paman Gombal!
Fitnah! 😡
Lha ya itu, Zam.
Aneka info pahit soal MBG dan dapurnya ini adalah ketidakberesan yang telanjang karena dilindungi oleh penggagas.
Gurunya ga bisa diajak diskusi, gelisah aja kalo ditanya 😅
Padahal guru swasta lho. Eh tapi fiktif
yang ngga libur “cuan-nya”, paman 🫣
Ini anak nama panjangnya mesti Antemono Tempilingen ya.. Ehehe..
Betooollll 👏 👍 💐