
“Kenapa sampe ada meme patung polisi nyambut selamat datang jambret, Oom?” tanya Tono Engsel.
“Tanya aja polisi,” jawab Kamso.
“Tapi yang bikin patung polisi kan bukan polisi? Atau cuma AI?”
“Terserah.”
“Lalu kenapa ada penjual es gabus diperiksa polisi dan tentara bahkan sebelumnya dikerasi sampai pipinya lecet, Oom?”
“Kata polisi dan tentara hal itu nunjukin kalo mereka tanggap terhadap keadaan. Bahwa ternyata itu es beneran yang layak konsumsi, bukan dari spons, dan penjualnya jadi ketakutan sampe takut ngider, artinya kehilangan nafkah, yahhh… gitu deh.”
“Polisi dan tentara yang udah minta maaf kan, Oom? Tapi kabarnya Sudrajat yang jual es gabus itu suka bohong? Sampe Deddy Corbuzier minta dikirim lima babinsa….”
“Mestinya minta maaf ke semua penjual es gabus dan pencetus istilah es gabus, entah siapa orangnya. Sudrajat bohong untuk hal lain, bukan bohong udah dikerasi. Soal Corbuzier, halah dia kan orang militer….”
“Oh, gitu? Maaf kata nih Oom, ada nggak kejadian orang minum eh makan es gabus lantas keracunan?”
“Saya nggak tau. Yang saya tahu tuh kasus keracunan MBG. Beberapa kali. Saya juga nggak tau apa polisi dan tentara nindak mereka termasuk sampai bikin lecet. Tepatnya saya belum nemu berita itu.”
