
Dalam siang nan panas membakar di trotoar Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakbar, mata saya melihat tulisan Darto dan 6-10-2017 beton cetakan penutup drainase. Pasti ada pekerja proyek yang iseng. Saya juga iseng karena berhenti untuk memotretnya.

—
—
Bukan hanya dalam pos ini saya menampilkan grafiti berupa torehan pada semen. Ada saja orang iseng. Dari si Bungsu sampai entah siapa di kompleks saya membuat grafiti rapi East.

Lalu siapa Darto memang tidak jelas. Saya secara sembrono menuduh itu nama seorang pekerja proyek. Padahal bisa saja orang lewat yang iseng menuliskan nama selagi semen masih basah. Misalnya prasasti Darto memang ulah tukang, mungkin kelak cucunya akan bilang, “Itu tulisan mbah kakung, dia dulu ikut proyek di sini.” Tanpa kontrol mandor, bisa saja bakal banyak prasasti tukang. Prasasti liar di area privat maupun publik.

Tentu banyak grafiti beton yang anonim. Misalnya grafiti cabul di atas pelataran belakang Pondok Indah Plaza I, Jaksel, seberang RSPI, pada 2008. Tetapi tulisan jorok itu menjadi pintu bagi saya untuk mendiskusikan seks dengan dua gadis kecil saya.


2 Comments
saya dulu pernah iseng bikin tulisan gitu di semen yg masih basah, bener2 kyk bikin prasasti pribadi gitu hehe
Hahahaha 👏👍😅