
Ambulans berupa minibus itu bertuliskan Si Item pada pintu depannya. Pada kaca belakang tertulis “bukan ambulance artis”. Saya membatin, kalau ambulans artis lantas macam apa rupanya?
Ambulans artis punya dua arti. Pertama: ambulans hanya mengangkut artis yang sedang membutuhkan pertolongan medis. Kedua: ambulans milik artis.
Adapun pengertian artis menurut awam di Indonesia adalah pekerja seni dalam bidang hiburan. Pemusik, penyanyi, dan komedian, termasuk artis. Tetapi perupa dan penyair bukan artis, melainkan seniman.

Maka gaya artis, atau ngartis, dan gaya seniman, atau nyeniman, itu berbeda makna. Ngartis cenderung lebih fashionable bahkan kadang glamour. Kalau nyeniman cenderung aneh, semaunya, eksentrik, dan seterusnya dalam persepsi khalayak. Memang sih, artis hiburan bisa tampil nyeniman.
Teman saya dulu, seorang pustakawan, tak dapat membedakan artis dan aktris. Di sisi lain, ada juga teman yang menolak sebutan aktor untuk pelakon teater. Alasannya, “Nggak main di film.” Bisa bingung Pak Stanilavski. Teman saya tadi mungkin juga heran saat bintang pilem bermain teater dengan berlatih keras dan menikmatinya, padahal honorariumnya cekak.
