Ke mana akhirnya seragam big sale dan great sale toserba?

Saya belum pernah melihat seseorang mengenakan seragam obral besar di luar toko.

▒ Lama baca < 1 menit

Seragam  pramuniaga Metro Big Sale Gandaria City Jaksel — Blogombal.com

Pikiran usil saya selama dua dasawarsa hingga kini belum beroleh jawab. Soal kaus seragam toserba atau pasaraya (kalau dengan P kapital adalah jenama milik keluarga Abdul Latief) setiap ada acara obral besar.

Duh, istilah obral memang jadul. Orang lebih akrab dengan sale karena kita adalah masyarakat berdwibahasa, Inggris dan Indonesia. Istilah korting juga memberi kesan penuturnya dari generasi kolonial, karena kata diskon lebih lumrah.

Ya, ke mana kaus great sale atau big sale setelah acara usai? Saya belum pernah melihat orang di luar toserba mengenakan kaus great sale atau big sale. Saya masih penasaran, masa kaus masih layak pakai, setidaknya hanya diizinkan untuk baju tidur, tak pernah sekali pun terlihat di luar toko. Ya, di luar toko, bukan luar mal, karena saat berangkat dan pulang kerja para pramuniaga umumnya tak berseragam dinas.

Barangkali Anda punya bocoran bagaimana nasib kaus-kaus great sale dan big sale?

Tinggalkan Balasan