Disleksia 9 ribuan

Teks "9rb-an" membuat saya mengkirig, sebuah reaksi yang tak dapat saya kendalikan.

▒ Lama baca < 1 menit

Promo pulsa dan paket Rp 9.000-an mengganggu benak — Blogombal.com

Apakah saya yang tidak beres? Mendapati teks promosi pulsa “9rb-an” pada tembok sebuah warung di sebuah gang, saya langsung mengkirig, semua bulu menjadi njegrag, tegak, teringat sebuah nama dan sosok yang tak sedap diingat, dalam diri saya sebagai seorang warga negara, bagian dari rakyat Indonesia.

Sebenarnya teks itu mudah kita lafalkan: sembilan ribuan. Tak ada satu huruf yang salah tata. Tetapi seperti digamit disleksia akibat benak saya sudah tercemar, secara spontan tak sampai sedetik saya melafalkan sebuah nama, yang dalam berita sebisanya tak saya baca, cukup judulnya saja.

Kata, sebagai tulisan, bukan gambar, ternyata bisa mengganggu orang dewasa. Dalam istilah lebay, ini menyangkut luka batin. Dalam kasus saya, luka yang dalam istilah netral klinis adalah trauma, rupanya membekas kuat dalam persepsi saya. Celakanya, rakyatlah membuat dia sampai ke atas. Teh tawar cuwèr telanjur menjadi bagian dari paket sajian nasi uduk, tetapi tak tersedia air putih hangat.

Bermula dari ketamakan akan kekuasaan lalu berlanjut ke Mahkamah Konstitusi, dengan akibat panjang sampai hari ini, sehingga pilihan banyak orang untuk merawat kewarasan adalah menjadikan nama dan sosok itu sebagai olok-olok nasional. Jika Anda telaten mengoleksi stiker GIF di WhatsApp, tetapi tak sayang memori ponsel, berapa banyak memes tentang wajah dari nama itu?

6 Comments

mpokb Senin 13 Oktober 2025 ~ 22.19 Reply

Wakaka.. Setelah lihat dua kali, baru ngeh siapa yang dimaksud. Konon kalau terlalu sebel jadinya gitu, malah nyangkut di kepala, Bang Paman 😀

Pemilik Blog Senin 13 Oktober 2025 ~ 23.16 Reply

Mbak Mpok pernah sebal dengan sebuah lagu atau jingle iklan, lalu tiba-tiba menyanyikannya? 🙈🫣

Tinggalkan Balasan