—
Karena kita bukan Tuhan maka tugas kita bukan memaafkan Noel, tapi… pic.twitter.com/yTqRnYHYC4
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) August 26, 2025
Saya terhibur oleh dua video singkat ini. Orang yang dibahas dalam video, saat melihat tayangan ini, sangat boleh jadi tertawa-tawa bangga dan puas, “Salah sendiri kenapa kalian percaya saya. Hahaha…”
Besoknya dia nonton lagi, tetapi tidak tertawa, malah mewek, lalu mengeluh, “Kurang panjang dan kurang banyak videonya. Masa sih untuk figur keren macam saya nggak ada konten lagi?”
Setelah petugas bilang bahwa videonya sedang dibuat, dia tertawa lagi dan lagi. Lalu menangis dan menangis. Begitu setiap hari, tiga kali, seperti makan: pagi, siang, malam. Kadang dengan berguling-guling.
Bahkan ketika mendusin dini hari, perilaku itu dia ulangi lagi. Petugas bosan. Tahanan lain jemu. Orang di luar penjara malas membahas dia, kecuali diundang mengantar dia ke tiang gantungan. Eh, tak mungkin ada hukuman gantung, ding. Kita hanya mengenal hukuman tembak mati. Tepatnya: sampai mati.
Kalau eksekusi oleh regu tembak gagal, komandan regu atas perintah komandan pelaksana akan menembak kepalanya.
Menurut Pasal 15 huruf x Peraturan Kapolri 12/2010 komandan regu “melakukan penembakan pengakhir dengan menempelkan ujung laras senjata genggam pada pelipis terpidana tepat di atas telinga“.
Ih, menyeramkan nian. Si terpidana itu manusia lho. Membunuh tikus saja banyak yang tak tega. Apa sang eksekutor bisa tidur nyenyak? Maka aktivis HAM, termasuk Todung Mulya Lubis sejak belia, banyak yang menolak hukuman mati. Abad lalu para pegiat HAM mempunyai gerakan Hati (Hapus Hukuman Mati), yang didukung Wapres Adam Malik.
Tetapi dalan KUHP baru, yang berlaku mulai 2026, hukuman mati bisa diubah menjadi hukuman seumur hidup dengan sejumlah syarat, antara lain keputusan presiden dengan pertimbangan Mahkamah Agung.
Lalu soal tersangka lain yang satu paket cidukan dengan dia bagaimana? Saat ini lega. Sejak awal publik lebih terfokus kepada si lancung tembelèk léncung itu.

3 Comments
Bisa diangkat jadi ketua bui mania.
Betoool, karena belio ahlinya ahli mania.
Dan dapat gelar Bapak Mania Indonesia