Skip to the content

Blogombal.com

Suatu atau sebuah blog?

  • Beranda
  • Ihwal
  • Kontak
  • Beranda
  • Ihwal
  • Kontak
  • Search

Yogya, Jogja, Yo-ja, Yug-ja

Ada beragam sebutan dan lafal untuk Yogyakarta, tapi khalayak tak bingung. Akhirnya Jogja yang berjaya dan menjenama.

Rabu 4 Januari 2023 ~ 11.57 In Memo
▒ Lama baca < 1 menit

Yogya, Jogja, Yug-ja

Mendapati posting Kang Guru Dedi Dwitagama, ihwal sebutan Yogyakarta dan Jogjakarta, saya pun teringat penjelasan saya kepada beberapa editor soal penulisan nama kota.

Yogya, Jogja, Yug-ja

Kalau saya ringkas, Yogyakarta itu nama administratif, melekat pada kota dan Provinsi DIY. Sedangkan Jogja itu konsep keruangan secara sosio-kultural. Jika dihubungkan dengan wilayah, berarti meliputi empat kabupaten (Sleman, Bantul, Kulon Progo bukan Kulonprogo, dan Gunungkidul bukan Gunung Kidul) dan satu kota di DIY. Soal penulisan nama serangkai atau terpisah untuk kedua kabupaten itu kita diskusikan lain kali.

Infografik nama Yogya, Jogja, Yug-ja

Pada 2013, sebelum Jogja Never Ending Asia menjadi Jogja Istimewa (2015), saya pernah membuat infografik ringan ihwal penyebutan nana untuk Yogyakarta. Bahwa URL Pemkot Yogyakarta dan Pemprov DIY ternyata menggunakan kata “jogja”, tetapi judul laman menggunakan “Yogyakarta”, biarlah humas masing-masing instansi yang menjelaskan.

Yogya, Jogja, Yo-ja, Yug-ja

Sedangkan situs web Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat menggunakan alamat kratonjogja.id dengan judul laman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ya, “karaton” bukan “keraton” maupun “kraton”. Kata yang dipakai dalam penyebutan kerajaan pun bahasa Jawa: “kasultanan”, bukan “kesultanan”.

Adapun akun Instagram Kesultanan adalah @kratonjogja.

View this post on Instagram

A post shared by Kraton Jogja (@kratonjogja)

Begitulah. Yogyakarta memiliki banyak sebutan dan lafal. Namun bagi saya ada dua hal menarik.

Pertama: kerabat dan teman sebaya yang tinggal di DIY cenderung menggunakan satu nama wilayah dalam percakapan lisan maupun tulisan berbahasa Jawa, yaitu Jogja. Penyebutan lisan “Yo-ja” (baca: “yo” dengan “o” seperti pada “soto”, dan “ja” diucapkan “jo” seperti pada nama “Joko”) terasa arkais. Ibu saya dalam tuturan lisan berbahasa Jawa masih menyebut “Yo-ja”. Saya pun demikian.

Kedua: orang Jateng utara dan tengah, yang dahulu menyebut “yug-ja” atau “yoog-ja” akhirnya cenderung menyebut “jogja”.

Akhirulkalam, Jogja berjaya dalam tuturan lisan dan tulisan — serupa Solo untuk Sala dan Surakarta. Logo vektor Jogja sejak 2015 sila unduh di Jogjaview.

Yogya, Jogja, Yug-ja

Menyukai ini:

Suka Memuat...

#brand #branding #desain grafis #infografik #jenama #Jogja #logo #nama kota #yogya #yogyakarta #Yoja #Yug-ja

Isi rak kondom tak sepenuh biasanya
Rumah masa depan adalah kuburan, tapi sejak kapan?

2 Comments

Dedi Kamis 5 Januari 2023 ~ 11.26 Reply

Pertanyaan saya terjawab sangat tuntas tas tas tas … Matur suwun Pakde

Pemilik Blog (Author) Kamis 5 Januari 2023 ~ 12.13 Reply

Jadi ingat iklan jamu dulu, tuntas tas tas 🤣

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

© 2026 Blogombal.com

Theme by Anders Norén

Blogombal.comLogo Header Menu
  • Beranda
  • Ihwal
  • Kontak
%d