
Yang namanya menghiasi mobil dengan karya seni rupa itu bukan cuma monopoli BMW. Juga bukan cuma mainannya Mercedes-Benz. Perupa kontemporer disponsori produsen mobil, dan dibayar untuk menggambari produk. Di luar mereka, silakan membuat hasta karya secara swadaya.
Sedan Datsun tahun 70-an yang terparkir di halaman Gedung Wayang Orang Ngesti Pandowo, Semarang, Jateng, ini berseni-seni. Pengecatan dilakukan secara manual — dan kasar. Jejak dempul bodi masih terlihat.
Setiap orang adalah seniman yang baik bagi dirinya sendiri. 😀 Oh ya, nama si pemilik mobil mungkin Blontang — tapi saya tak tahu adakah pertautan dengan Blontank Poer.



