Siesta sejenak di teras tetangga kantor

Masalahnya tak setiap tempat kerja memiliki ruang istirahat yang nyaman. Masa orang harus bersantai sejenak di kursi kerjanya?

▒ Lama baca < 1 menit

Siesta sejenak di teras tetangga kantor di Jatimekar, Jatiasih, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Siang itu pada sudut teras sebuah rumah ada dua orang tidur saat jam makan siang. Di sudut lain, orang yang tidur sudah bangun. Yang tidak tidur hanya duduk di lantai, ada yang merokok, ada yang asyik dengan ponselnya, atau melakukan keduanya.

Di depan teras rumah itu ada sisa halaman, berisi warung yang menjual rokok, kopi seduh dari saset, dan mi instan rebus. Pembayaran bisa dengan QRIS. Saya tak tahu apakah pemilik rumah dan pemilik warung itu sama.

Yang saya tahu, pegawai gedung kantor tetangga sering berada di situ. Sudah biasa tampak pria merokok karena di area gedung layanan kesehatan dilarang merokok — memang harus begitu. Yang paling banyak dari pengunjung adalah rehat sambil minum, termasuk dari minuman botolan.

Ini masalah lumrah, tak setiap tempat kerja punya tempat meriung sejenak, terlepas dari boleh atau dilarang merokok. Teras Indomaret dan Alfamart pun kalau terlalu jauh dari tempat kerja takkan mereka datangi.

Siesta sejenak di teras tetangga kantor di Jatimekar, Jatiasih, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Untuk tidur siang bagaimana? Ada yang memanfaatkan ruang yang biasanya dipakai orang untuk salat, namun secara resmi tidak disebut sebagai musala. Ada yang lantainya berkarpet dengan bantal dan sofa karung biji-bijian, karena untuk bersantai.

Saya tak paham satu hal, ketika kemudian ruang itu untuk salat, bahkan berjemaah, karena tidak ada tempat lain, bagaimana dengan kesucian tempat, karena bisa saja yang rehat bahkan tidur ada yang sedang haid, atau ada pria yang kebetulan mengalami spermatorrhea atau ejakulasi involuntir, alias menetes sendiri?

Tinggalkan Balasan