Mengapa rakyat suka mentertawai pemimpin?

Sebenarnya selain gumpalan tawa juga ada gumpalan amarah yang berjalan seiring. Kita tak tahu manakah yang akan menang.

▒ Lama baca < 1 menit

Mengapa rakyat suka mentertawai pemimpin? — Blogombal.com

Pertanyaan dalam judul itu sungguh pandir. Semua orang tahu jawabannya. Masalah menjadi makin lucu kalau pejabat menjadi murka.

Lebih lucu lagi kalau mereka, para petinggi, berlagak cuek di satu kesempatan, untuk menunjukkan bahwa dirinya pede, namun masyarakat menganggap mereka bebal; sedangkan di lain acara mereka mencerca warga yang mentertawai mereka sambil menyalahkan pihak eksternal.

Hasilnya adalah bola salju kelucuan, makin menggelinding kian membesar. Di sisi lain, kekesalan rakyat juga membola salju. Nah, kekesalan yang kedua itu berbahaya. Tinggal kita lihat bola salju mana yang menang.

Lalu kita membayangkan apakah mungkin kedua bola salju tersebut setelah menggelinding beriringan, kadang ada yang mendahului, akhirnya menyatu?

One Comment

mpokb Kamis 16 Juli 2026 ~ 21.45 Reply

Menyatu menjadi kekesalan yang lucu, atau kelucuan yg mengesalkan, Bang Paman?
Heran saya, rakyat selucu ini kok pejabatnya ngeselin. Perasaan waktu pemilu juga milihnya dengan serius dah

Tinggalkan Balasan