OTT oté-oté dan pengingat untuk waspada

Mendagri minta para kepala daerah wawas diri. Artinya mereka harus waspada, jangan sampai dicomot KPK.

▒ Lama baca < 1 menit

Lalu Ahmad Zaini bupati Lombok Barat yang korup — Blogombal.com

Engkau bukan yang pertama / Tapi pasti yang terakhir… Lirik mendayu “Arti Kehidupan” dari Mus Mujiono (1988) yang nge-George Benson itu tak berlaku bagi para kepala daerah yang dicokok KPK.

Pilkada 2024 yang serentak itu menghasilkan 33 gubernur, 85 bupati, dan 85 wali kota. Mereka, beserta wakilnya, total ada 961 orang, dilantik serentak 20 Februari 2025. Dari jumlah itu sudah 16 orang yang ditangkap KPK. Yang terbaru adalah bupati Lombok Barat, NTB, Lalu Ahmad Zaini (LAZ).

Sudah 16 orang atau baru 16 orang? Sebelum ada pilkada serentak, berita kepala daerah korup bukan hal istimewa bagi kita. Mengingat satu nama sampel dari setiap tahun, selama lima tahun terakhir, pun sulit, apalagi kalau nama tersebut bukan di daerah kita.

OTT, singkatan operasi tangkap tangan, dalam bahasa awam adalah tertangkap basah. Namun dalam KUHAP tak ada istilah OTT apalagi tertangkap basah. Karena saya serius, dan selera humor saya buruk, waktu SD eh SMP dalam tugas menggambar ada atribut poster di tembok: barang siapa dapat menangkap basah atau kering…. Guru saya cemberut dan menegur, “Maksud kamu apa?”

Tertangkap basah atau tertangkap tangan adalah caught in action, dalam istilah hukum adalah in flagrante delicto. Entahlah apakah ada band atau album maupun lagu yang berjudul itu. Bahasa Inggris menyebutnya caught red-handed, kadang cuma red-handed.

Saya belum mencari tahu apakah ada lagu Indonesia berjudul “Tertangkap Basah”. Namun saya ingat penggalan lirik lagu nan catchy: “O, o, kamu ketahuan…” (“Ketahuan, Matta Band, 2007).

Mendengar kata OTT, hal yang terlintas di kepala saya adalah oté-oté, dalam bahasa Jawa adalah bertelanjang dada. Tetapi di Jatim, oté-oté adalah nama lain bakwan sayur. Barangkali makna kedua itu yang bikin para kepala daerah pede mendada dalam rasuah.

Setelah LAZ ditangkap, Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk mawas diri — istilah yang baku sih wawas diri. Saya membayangkan para kepala daerah menafsirkan peringatan itu untuk waspada. Harus mencari cara yang lebih canggih supaya aman.

2 Comments

mpokb Selasa 21 Juli 2026 ~ 10.24 Reply

Masih pada nombok habis pilkada, Bang Paman 😏

Pemilik Blog Selasa 21 Juli 2026 ~ 10.50 Reply

Kalo harus nombok ya jangan ikut Pilkada

Tinggalkan Balasan