
Kemasan bolu cokelat ini apik dan nyeni. Terbikin oleh Tji Laki 9, Jalan Cilaki, Bandung, Jabar. Dikemas dalam langgam vintage, kue ini berslogankan kalimat dalam bahasa Sunda, “Katresna kagem ni mideudeuh.” Artinya, cinta kasih untuk yang tersayang. Di atas teks Latin ada aksara Sunda. Layanan berbasis AI dalam aplikasi ponsel dapat menerjemahkannya.

Bagi saya hal ini menarik karena penganan modern dari Bandung ini dilekati tuturan lokal, dalam bahasa Sunda halus. Kita tahu, banyak produk penganan modern lokal yang berbahasa Inggris padahal mayoritas konsumennya adalah orang Indonesia. Atribut penjual pun dalam bahasa Indonesia: toko bolu & kue.

Tak apa, itu soal pilihan dan selera. Pemilihan cara berbahasa itu hak asasi. Hanya dalam urusan kenegaraan ada UU yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia. Kalau dalam forum internasional presiden berpidato dalam Indonesia, ada penerjemah berupa orang, bukan komputer, dari penyelenggara.
Eh ralat, sebenarnya untuk bahasa Indonesia dalam informasi produk buatan dalam negeri maupun impor sudah diatur dalam Pasal 39 Perpres No. 63/2019.

Hal lain yang menarik adalah saran penyimpanan dan penyajian dalam bahasa Indonesia, dikemas dalam kartu tipis krem berukuran 10 X 8 cm dengan tinta cokelat tua, delapan halaman dalam lipatan. Tetapi kalau heavy cream, sour cream, dan dan Greek yoghurt diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mungkin malah bikin bingung. Kalau butter? Memang mentega namun kadang orang tak membedakannya dari margarin.

Panduan untuk konsumen itu perlu. Tentang cara menyimpan, hal tersebut serupa yang dilakukan produsen roti tawar dalam bungkus: masukkanlah ke dalam kulkas maupun pembeku. Bahwa konsumen tak peduli, itu masalah lain.

Atau bisa juga konsumen sudah tahu, namun informasi yang memandu tetap perlu. Betul, seperti pada bungkus mi instan, padahal semua pembeli tahu cara memprosesnya. Ihwal aturan pakai itu diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.

Lalu bagaimana rasa bolu cokelat ini? Bagi saya biasa saja, dalam arti enak, manis, karena seharusnya memang demikian. Maaf, selera lidah saya dalam urusan roti, kue, dan sebangsanya memang payah.

Apakah saya mencoba setidaknya satu saran untuk memperlezat penganan ini? Saya tidak ingin. Stok bahan juga habis. Tanpa pengayaan pun cukup.
¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

2 Comments
Greek Yoghurt dan selai buahnya tetep harus beli sendiri.
Kan sudah ada cokelatnya juga yak, kok ditambah selai buah lagi.
Supaya orang makan melebihi kebutuhan 🤣