Saran Tji Laki perihal bolu katresna untuk kekasih hati

Bahasa Indonesia dalam kemasan makanan itu wajib. Bahasa dan aksara Sunda memperkuat citra lokal.

▒ Lama baca < 1 menit

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Kemasan bolu cokelat ini apik dan nyeni. Terbikin oleh Tji Laki 9, Jalan Cilaki, Bandung, Jabar. Dikemas dalam langgam vintage, kue ini berslogankan kalimat dalam bahasa Sunda, “Katresna kagem ni mideudeuh.” Artinya, cinta kasih untuk yang tersayang. Di atas teks Latin ada aksara Sunda. Layanan berbasis AI dalam aplikasi ponsel dapat menerjemahkannya.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Bagi saya hal ini menarik karena penganan modern dari Bandung ini dilekati tuturan lokal, dalam bahasa Sunda halus. Kita tahu, banyak produk penganan modern lokal yang berbahasa Inggris padahal mayoritas konsumennya adalah orang Indonesia. Atribut penjual pun dalam bahasa Indonesia: toko bolu & kue.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Tak apa, itu soal pilihan dan selera. Pemilihan cara berbahasa itu hak asasi. Hanya dalam urusan kenegaraan ada UU yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia. Kalau dalam forum internasional presiden berpidato dalam Indonesia, ada penerjemah berupa orang, bukan komputer, dari penyelenggara.

Eh ralat, sebenarnya untuk bahasa Indonesia dalam informasi produk buatan dalam negeri maupun impor sudah diatur dalam Pasal 39 Perpres No. 63/2019.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Hal lain yang menarik adalah saran penyimpanan dan penyajian dalam bahasa Indonesia, dikemas dalam kartu tipis krem berukuran 10 X 8 cm dengan tinta cokelat tua, delapan halaman dalam lipatan. Tetapi kalau heavy cream, sour cream, dan dan Greek yoghurt diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mungkin malah bikin bingung. Kalau butter? Memang mentega namun kadang orang tak membedakannya dari margarin.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Panduan untuk konsumen itu perlu. Tentang cara menyimpan, hal tersebut serupa yang dilakukan produsen roti tawar dalam bungkus: masukkanlah ke dalam kulkas maupun pembeku. Bahwa konsumen tak peduli, itu masalah lain.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Atau bisa juga konsumen sudah tahu, namun informasi yang memandu tetap perlu. Betul, seperti pada bungkus mi instan, padahal semua pembeli tahu cara memprosesnya. Ihwal aturan pakai itu diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com
¬ Teks dalam bahasa Sunda halus, Latin dan aksara Sunda, padahal produk lain sebangsa roti dan kue berbahasa Inggris untuk konsumen yang orang Indonesia.

Lalu bagaimana rasa bolu cokelat ini? Bagi saya biasa saja, dalam arti enak, manis, karena seharusnya memang demikian. Maaf, selera lidah saya dalam urusan roti, kue, dan sebangsanya memang payah.

Bolu bronis Tji Laki 9 Bandung — Blogombal.com

Apakah saya mencoba setidaknya satu saran untuk memperlezat penganan ini? Saya tidak ingin. Stok bahan juga habis. Tanpa pengayaan pun cukup.

¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

2 Comments

Tito Sigilipoe Minggu 31 Mei 2026 ~ 20.13 Reply

Greek Yoghurt dan selai buahnya tetep harus beli sendiri.
Kan sudah ada cokelatnya juga yak, kok ditambah selai buah lagi.

Pemilik Blog Minggu 31 Mei 2026 ~ 22.10 Reply

Supaya orang makan melebihi kebutuhan 🤣

Tinggalkan Balasan