Gaji hakim sudah naik, rakyat yakin mereka akan kebal suap?

Gaji naik bukan jaminan bebas rasuah. Skeptisisme rakyat hanya bisa dipatahkan dengan bukti.

▒ Lama baca < 1 menit

Gaji hakim sudah naik, rakyat yakin mereka akan kebal suap? — Blogombal.com

Di Kejagung, Jakarta, pekan ini Bowo mengingatkan bahwa gaji hakim sudah dia naikkan 280 persen. Hal itu berlaku mulai Januari 2026. Nanti dia juga akan menaikkan gaji panitera dan staf pengadilan. Baguuusss.

Tetapi apakah itu jaminan hakim akan bebas dari suap, yang dalam bahasa Malaysia disebut rasuah atau menumbuk rusuk? Tentu hakim jujur, lurus, berhati nurani itu banyak. Hakim yang korup itu mencemarkan korps dan terlebih menistakan sejawatnya yang bersih.

Hakim adalah wakil Tuhan. Saat dilantik mereka membawa nama Tuhan. Saat memutus perkara, mereka juga menyebut Tuhan. Kalau ada yang menerima suap maupun menyerah kepada tekanan, hinaan apa yang tepat bagi mereka, agar keluarganya pun malu?

Korupsi paling menyakitkan rakyat adalah jika pelakunya penegak hukum, tak hanya hakim. Selain itu adalah korupsi oleh pemimpin yang dipilih oleh rakyat.

Mulanya mata patung Themis, Dewi Keadilan dalam mitologi Yunani, tak tertutup kain. Pada masa Romawi, ketika sang dewi menjadi Iustitia, matanya juga tak dibebat. Namun pada tangan kirinya ditambahkan pedang menghadap ke bawah sebagai simbol kekuasaan, sementara tangan kanan memegang neraca.

Di kemudian hari ada juga sih versi patung dengan tangan kanan memegang pedang, diangkat, seperti foto yang saya comot untuk bahan ilustrasi. Foto yang belum jelas hak ciptanya itu adalah patung perunggu Dewi Keadilan di Frankfurt, Jerman, karya Friedrich Schierholz (1887), mengulang karya Johann Hocheisen (1611) dari batu merah.

Dalam masa Renaisans, abad XVI, mata sang dewi ditutupi kain sebagai harapan agar tak pandang bulu. Tetapi kita tahu, hati hakim yang korup memang berbulu landak — celakanya dalam USG abdomen atas tak tampak. Penutup matanya pun tidak legap, sehingga mereka masih dapat melihat uang.

Dari sisi telaah kebatinan, bukan kedokteran modern, hakim macam itu hatinya busuk berbelatung. Entahlah apakah ada cara menghentikan kebusukan selain meminjam pedang Dewi Keadilan. Emang siapa yang bakal minjem?

Tinggalkan Balasan