
Di teras bangunan kecil untuk kantor sekretariat RT itu tampak dua kursi rusak. Ada dua kemungkinan. Pertama: ketika warga menyumbangkannya, kursi masih sehat. Kedua: kursi hibah itu diserahkan setelah kondisinya memburuk.
Untuk kemungkinan pertama, warga belum sempat memperbaiki. Sedangkan untuk kemungkinan kedua, ya apa boleh buat, namanya juga barang rusak, seiring perjalanan waktu akan bertambah rusak.

Saya mencoba menempatkan diri sebagai warga RT di situ. Misalnya saya akan memensiunkan kursi layak pakai, kepada siapa saya akan menghibahkan: saudara, tetangga, teman, atau RT? Pertanyaan yang sama untuk Anda jika Anda warga RT itu.
Di sejumlah tempat saya jumpai kantor RT, gardu ronda, dan pondok untuk meriung warga berisi barang bekas, ada yang kondisinya seperti rongsokan. Misalnya TV tabung dan stereo compo, serta ya itu tadi, kursi. Kenapa? Kembali ke kemungkinan pertama dan kedua.

