Nasib MBG pasca-2029

Misalnya Bowo kalah pilpres, MBG tetap bisa jalan. Mungkin berupa uang makan melalui koperasi.

▒ Lama baca < 1 menit

Kupon MBG di koperasi merah padam — Blogombal.com

Tandi Pelosok itu pendiam, jarang bicara politik, namun tiba-tiba dalam obrolan Minggu siang di bawah pohon mangga dan ketapang dia menanyakan soal MBG. Akan berlanjut atau tidak.

“Lha kan masih digugat di MK,” kata Ronald Keong.

“Yang digugat tuh soal sumber dana, ngambil anggaran pendidikan. Kita belum tahu hasilnya, MK belum mutusin,” timpal Angga Gimana.

“Kalo ternyata MBG dianggap salah, nggak boleh ambil anggaran pendidikan gimana?” tanya Tandi.

“Nggak tahu kita. Ahli keuangan yang paham. Masa minta bantuan luar negeri, emang antek amsyong? Penggugat di MK kan nggak nolak MBG,” sergah Beni Amplop.

“Kalo misalnya MBG jalan terus karena putusan MK, lalu 2029 Prabowo kalah pilpres, gimana nasib MBG?” Tandi terus mendesak.

“Sampean culun. Ya Mas Bowo kita harus menang, siapa pun wakilnya nggak penting, rakyat udah trauma. Hahahaha!” kata Ronald.

“Misalnya jalan terus, ya DPR bikin UU MBG, buat jaminan kalo habis 2029 tetap jalan itu MBG. Buat nyetop MBG harus nyabut UU,” kata celetuk Dedi Kemul.

Tandi menatap Kamso, “Gimana Oom?”

“Nggak tau saya. Kalo MBG disetop, bakal banyak yang marah, terutama penerima manfaat. Di antara pemetik, eh penerima manfaat, itu sebenarnya yang gede dapetnya ya para pemilik dapur dan pegawainya. Ada yang didukung partai dan kekuatan politik bukan partai. Hohahemmmm…,” kata Kamso sambil menguap.

“Maksudnya polisi dan tentara? Wah, berarti the point of no return dong, Oom!” Tandi tak terima.

“Belum tentu. Kan bisa diubah bukan kasih makanan dalam ompreng, tapi duit tunai ke emak anak-anak itu, buat belanja dan masak sendiri. Kalo bukan duit kes keras ya pake kupon digital belanja bahan dapur. Biayanya lebih murah. Mungkin lho. Siapa tau, kan? Hoaaahhhhh…,” kata Kamso, kali ini menguap dengan mata basah.

“Mencairkan duitnya ke koperasi instan merah padam itu, soalnya ada unit simpan pinjam, gitu Oom? Atau kupon buat beli dagangan di koperasi itu? Monopoli dong? Belum lagi kalo stok di koperasi abis, tapi kupon udah expired! Maaf kata nih, Oom Kam menjawab kayak asal-asalan, nggak konseptual, cuma manfaatin waktu selagi nunggu mobil bisa keluar dari parkiran!” ucap Tandi, kesal.

Tinggalkan Balasan