
Saya bukan seorang coffee aficionado. Bagi saya, kopi enak dan murah, itu antara lain Poin Coffee di Indomaret. Dulu waktu gerai masih baru, di Indomaret agak jauh dari rumah setelah dari ATM saya iseng mencoba Americano dingin, dan cocok. Tidak asam, tidak pahit, pas. Ya, namanya juga selera.

Konsep Poin itu menarik: bikin kopi enak tetapi harganya terjangkau. Memang sih dari sisi tempat belum tentu nyaman. Kopi dan minuman lain lebih untuk dibawa pulang karena tak semua Indomaret punya tempat ngopi yang nyaman.

Nanti minimarket milik koperasi desa, selain cap merah putih, mestinya bisa melakukan hal yang sama. Atau, nah ini, mungkin malah sudah ada. Kopi enak, murah. Enak dulu baru murah. Bukan sebaliknya.

Akan tetapi untuk kondisi sekarang masihkah Poin bisa disebut murah, “secara” kelas menengah terus diet dalam konsumsi, karena duitnya terus tergerus? Silakan cari aneka berita tren menurunnya saldo kelas menengah yang disertai data. Tentu pertanyaan sotoy saya mengundang tanya: emang berapa angkanya? Coba tengok, misalnya, berita Infobank News (21/10/2025). Tengok juga artikel Chatib Basri di Kompas (24/10/2024): “Kelas Menengah: dari Zona Nyaman ke Zona Makan”.

Mantab, makan tabungan, menjadi kelaziman sejak Covid-19. Dalam ungkapan kualitatif: warga kelas menengah turun kasta menjadi kelompok rentan atau rentan miskin. Kalau saya memang kelas payah.

¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

2 Comments
saya rasa indomaret point ga murah murah banget,
ya pas lah.
Ya, pas. Sedengan 🙏