
Demikianlah, Kompas Minggu (KM) memang tidak mati. Sudah sebulan ini tetap terbit. Isinya seperti Kompas edisi Senin sampai Jumat, sepanjang bukan tanggal merah. Adapun edisi Sabtu gaya baru, yang bernama Kompas Akhir Pekan (KAP), isinya berbeda dari hari lain.
KAP memuat hari terbit Sabtu/Minggu, diikuti tanggal bulan tahun. Sedangkan KM bertanda terbit Minggu diikuti tanggal bulan tahun.

Perbedaan lain? Tampilan KM ya seperti edisi hari lain, yang mengisi halaman depan adalah berita mutakhir — dalam versi cetak tentu telat jika dibandingkan media daring.

Kenapa saya pernah menulis KM tamat? Yang tamat itu edisi cetak. Saat itu saya belum melihat KM dan KAP seperti apa karena masih tanggal 20 Desember 2025, padahal perubahan mulai Januari 2026. Sementara teks tubuh dalam iklan tak ada penonjolan dari sisi tata letak tentang edisi e-paper, eh e-koran.

Isi KAP sebagian merupakan pindahan dari KM versi pra-2026. Maka TTS dan cerpen pun pindah ke KAP.
Lalu? KM baru maupun KAP ya tetap khas Kompas. Masing-masing menyajikan kedalaman dengan konsekuensi teksnya panjang, dalam satu tajuk, tak dipecah menjadi beberapa judul dalam satu halaman, suatu hal yang mungkin tak membuat telaten pembaca media daring yang terbiasa dengan berita sela (breaking news) ringkas namun nyaman dengan aneka video termasuk yang berisi berita dan opini bertopik aktual.
Gaya Baru Kompas ini membutuhkan adaptasi pembaca setia. Kalau untuk pembaca baru — dalam arti selama ini hanya mendengar ada koran bernama Kompas, bahkan menyamakannya dengan Kompas.com — malah bukan masalah.

Entah sampai kapan koran cetak Kompas maupun versi e-paper-nya bertahan. Tetapi bukankah ada Kompas.id yang lebih lengkap?
Kenapa saya bilang entah karena kesan saya orang enggan membayar untuk media berita daring, namun bersedia membayar untuk layanan pengaliran musik maupun video.
Alasan mereka yang enggan membayar berita adalah karena sudah mengeluarkan biaya akses. Alasan lain, musik dan film tak ada kembarannya, kecuali bajakan.
Kalau untuk berita, banyak versi yang mirip, lintas platform, bahkan sejumlah konten video di media sosial telah menyarikannya ditambah opini. Mau lebih praktis? Manfaatkanlah AI untuk mendapatkan ringkasan sebuah topik berita, lengkap dengan tautannya.
Masalahnya adalah etika, sehingga The New York Times marah karena arsip gratis abad lalu dicomot layanan AI tanpa peduli konteks bahwa keadaan 1960-an dan sekarang berbeda. Tak hanya arsip koran berbayar, isi buku dan jurnal berbayar pun bisa dicomot oleh akal imitasi. Ekosistem penerbitan pun meradang. Logika konsumen maunya gratis, logika pengusaha maunya berbayar.
Kembali ke koran dan majalah, ya. Saat media cetak masih berjaya, bukankah konsumen koran dan majalah tahu bahwa mereka tak hanya membeli kertas? Harga majalah luks bekas yang masih tersegel itu murah, apalagi koran bekas nan lecek.
Dunia media terus bergerak mencari keseimbangan. Kreator konten di YouTube dan Instagram menyediakan opsi pelangganan atau keanggotaan untuk konten eksklusif.
Artinya khalayak sebenarnya bersedia membayar kalau bersuai dengan minat dan kepentingannya. Bukan hal baru, begitu internet disukai orang, pada abad lalu, padahal belum ada internet ponsel, situs porno sudah menjala uang — meneruskan layanan telepon premium call erotis. Saat itu pembayaran dengan kartu kredit menjadi penyaring batas usia minimum.
|
Perbandingan Kompas Minggu dan Kompas Akhir Pekan |
||
|
|
Minggu |
Akhir Pekan |
|
Penanda edisi terbit |
Minggu |
Sabtu/ Minggu |
|
Perwajahan |
Seperti edisi hari kerja |
Terkemas khusus, gambar lebih besar |
|
Proporsi gambar dan teks |
Sekitar 40:60 |
Sekitar 40:60, bahkan bisa sebaliknya |
|
Tebal |
16 halaman |
20 halaman |
|
Berita utama halaman depan |
Seperti edisi hari kerja, merupakan berita mutakhir media cetak |
Bergaya poster, merupakan berita kisah (feature) yang mendalam |
|
Berita politik & hukum |
Ada |
Sebagai laporan mendalam |
|
Berita interna-sional |
Ada |
Sebagai laporan mendalam |
|
Berita ekonomi & bisnis |
Ada |
Sebagai laporan mendalam |
|
Laporan riset |
Ada |
Sebagai laporan mendalam |
|
Berita regional (daerah) |
Ada |
Sebagai laporan mendalam |
|
Berita olahraga |
Ada |
Sebagai laporan mendalam |
|
Tajuk rencana |
Tidak ada |
Ada |
|
Infografik sehalaman penuh |
Ada (di luar pengantar, teks ringkas untuk penjelas adalah bagian |
Tidak ada |
|
Cerpen |
Tidak ada |
Ada |
|
Puisi |
Tidak ada |
Ada |
|
Rubrik gaya hidup |
Tidak ada |
Ada |
|
Rubrik fesyen |
Tidak ada |
Ada |
|
Rubrik kuliner |
Tidak ada |
Ada |
|
Rubrik otomotif |
Tidak ada |
Ada |
|
Rubrik seni |
Tidak ada |
Ada |
|
Kolom seni dan budaya |
Tidak ada |
Ada |
|
TTS |
Tidak ada |
Ada |
|
Rubrik fotografi |
Tidak ada |
Ada |
|
Resensi buku |
Tidak ada |
Ada |
|
Tajuk Rencana |
Tidak ada |
Ada |
—
¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan
