
Sebenarnya bagaimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini? Silakan baca pendapat ekonom, pebisnis, dan pejabat. Masing-masing dengan angka dan argumentasi. Tetapi misalnya iklim bisnis sedang masuk angin, saya melihat di kompleks dan kampung ada saja penjual baru.
Setidaknya saya melihat sebuah toko baru mainan yang menggelar dagangan di lantai, di suatu kompleks; lalu toko baru penjual kado di gang sempit; dan warung penjual ayam geprek merangkap kamar tidur darurat temporer, di gang hanya cukup untuk sepeda motor. Spanduk toko kado memanfaatkan sisi kosong bekas materi promosi mi instan.

Saya teringat saat krisis moneter (krismon) 1998, bertambahlah penjual baru, masing-masing menawarkan sembako, susu formula, popok dalam pak besar, pembalut wanita dalam jumlah banyak, pakaian bayi, dan banyak yang membuat kedai. Opsi populer saat itu kedai tenda dengan tenda lebih bagus dari penjual pecel lele.

Padahal saat itu daya beli melemah. Banyak orang terkena PHK. Atau justru kondisi itu yang memaksa orang menjadi wiraswastawan? Saya tak dapat menjawab karena bukan ekonom.
Apakah kondisi sekarang sama dengan krismon dulu? Rasa-rasanya sih tidak. Krismon dulu lebih berat. Banyak proyek bangunan, sejak rumah tinggal kecil sampai gedung perkantoran yang terhenti. Tetapi saat itu setahu saya tak ada media cetak mati karena media daring belum meraja.


2 Comments
Kata saudara yg dagang makanan, penjualan memang menurun, tapi ya ada saja. Roda ekonomi masih berputar walaupun melambat. Sambil nunggu 2029, saya ngupi2 sambil ngemil ubi rebus, Bang Paman 😁
Salah satu penggerak ekonomi adalah konsumsi. Hal lain adalah belanja pemerintah. Kalo anggaran dicekik, aliran uang berkurang. Mungkin saat ini bisnis paling sip adalah dapur MBG.