
Kenapa opsi centang pada gelas kertas untuk kopi ini kosong? Sebentar, sebutan gelas kertas untuk paper cup tentu bikin Anda bingung. Padahal gelas itu kaca kan, ya? Baiklah.
Soal tiada centang mungkin karena tak ada unsur termaksud. Anggap saja begitu. Tetapi kita tahu, banyak kemasan makanan dan minuman sering kali tanpa centang, boleh jadi karena secara umum kita malas dengan paperwork, apalagi kalau opsional.
Dulu pada era fotografi pra-digital, ada saja fotografer media berita yang malas membuat anotasi pada amplop contact print maupun foto penting soal subjek foto, kapan, di mana, dan seterusnya.
Menuliskan sesuatu menggunakan tangan memang bikin capai. Padahal anotasi tak lengkap pada arsip foto itu penting. Sebetulnya saat itu ada solusi, mengetik di komputer lalu print out ditempelkan pada amplop atau sisi belakang foto, seperti cara Antara mengirimkan foto kepada pelanggan.
Lalu kenapa isian dalam balon teks komik gelas kopi ini cuma garis, bukan huruf? Ini kelaziman dalam rancangan awal pekerjaan grafis. Lagi pula kalau diisi teks, siapa yang baca? Untuk urusan tertentu, menulis itu merepotkan. Untuk membacanya juga. Bukankah kita malas membaca teks kecil pada kemasan obat bebas (OTC, over-the-counter) maupun kertas terlipat di dalamnya?


2 Comments
kutipan “boleh jadi karena secara umum kita malas dengan paperwork”
kalo di kedai teh susu boba, setidaknya di sini, mesin akan menyetak sticker pesanan pelanggan, termasuk kustomisasi takaran gula, jumlah es, dan topping, lalu ditempel langsung ke gelas sebelum diisi sesuai pesanan..
Perlu Indonesia tiru. BGN juga harus begitu