
Foto utama pos ini kabur tetapi yang penting tulisan pada punggung rompi masih terbaca. Saya teringat komentar dari orang berbeda, yang kalau saya rangkum dalam pengalimatan saya, “Halah, nggaya! Tukang parkir aja traffic attendant. Sopir suka dibilang driver. Petugas kebersihan dibilang cleaning service. Satpam jadi security.” Waduh.
Untuk urusan parkir ada sejumlah sebutan asing. Ada traffic attendant, car park attendant, dan ada pula parking attendant.

Kalau parking enforcement officer, traffic warden, parking inspector, dan parking officer itu berhubungan dengan penegakan aturan, boleh menempelkan tiket tilang.
Saya pernah mendengar komentar, “Orang Melayu terpelajar di Malaysia tuh bahasa Inggrisnya bagus, tapi mereka punya serapan atau padanan kata buat bahasa Inggris.” Ehm.

Saya tak menyanggah maupun mendukung. Hanya tersenyum. Atau tertawa kecil. Kalau sebutan asing itu nyaman bagi pelaku suatu profesi ya biar sajalah.
Akan tetapi suatu kali saya tak tahan sehingga bertanya,”Napa kalo untuk jabatan di atas, misalnya general manager atau CEO, kita boleh pake bahasa Inggris? Kalo buat sopir nggak boleh, ya?”

Apa saja profesi berbahasa asing yang bisa disebut maupun ditulis serapan atau padanannya, tak ada aturan baku dan tak perlu, kecuali untuk dokumen hukum, misalnya peraturan pemerintah dan undang-undang.
Untuk media, terserah mau memakai kata apa. Untuk subtitel film juga terserah. Oh ya, saya mengenal kata “bersulang” pada abad lalu dari subtitel film. Kalau “cenayang”, yang muncul dalam subtitel setelah era Mayasin, sudah saya kenal dari pelajaran antropologi di SMA.
Jadi, apa masalahnya? Nggak ada. Karena kita adalah masyarakat bilingual. Dulu angkatan lawas berbahasa Belanda dan Indonesia, kini kita berbahasa Inggris dan Indonesia. Sale lebih kita akrabi ketimbang obral, karena obralan lebih cocok untuk politikus yang gemar mengumbar janji — termasuk calon legislator hingga capres.

Soal tata istilah ini ada saja yang usil. Misalnya, dalam masyarakat berbahasa Inggris di luar negeri kurang lazim sebutan pre-wedding photography, yang lumrah itu wedding photography, atau engagement photography.
Lho, bahasa Inggris itu bahasa internasional, kan? Artinya terbuka terjadi pelokalan bentuk. Dulu orang Barat menganggap handphone sebagai istilah Inggris versi Asia karena mereka lebih akrab dengan mobile phone dan cellular phone.
