• Lama baca: 2 menit →

Alat makan pribadi di masa pandemi jangan sampai diembat lalu dibuang ke kotak sampah

Anda pun mungkin sudah melakukannya: membawa sendok, garpu, dan sumpit ke tempat kerja. Tidak memakai milik dapur kantor. Demi kesehatan di masa pandemi Covid-19. Saya teringat hal itu ketika melihat kemasan sendok garpu seharga Rp55.900 di sebuah pasar swalayan.

Bahkan sebagian dari Anda pun sudah melakukannya jauh hari sebelum ada pandemi. Bawa alat makan sendiri, bila perlu mencuci sendiri.

Ketika masih ngantor sebagai pegawai, saya pun termasuk orang yang memiliki alat makan minum sendiri, sejak sendok garpu, pisau dapur (bukan pisau makan), sumpit, gelas, cangkir, wadah beling air putih seliter, penggiling kopi, bahkan sampai pembuka botol.

Di tempat kerja sebelumnya, karena sikon berbeda, saya pun memiliki kotrek atau corkscrew alias pencabut gabus tutup botol. Barang itu pun raib, dengan permisi dititipkan melalui sejawat saya, karena suatu malam seorang tamu butuh pembuka botol anggur untuk minuman yang ada di pondokannya.

Alasan utama saya punya alat sendiri adalah supaya terjamin alatnya ada ketika saya butuhkan. Kalau memakai alat minum publik, atau dianggap milik bersama, sangat mungkin terjadi barangnya tak tersedia karena masih di bak cuci padahal petugas sedang menangani hal lain. Atau semua cangkir dan gelas masih bertengger di setiap meja, termasuk di meja rapat.

Alat makan pribadi di masa pandemi jangan sampai diembat lalu dibuang ke kotak sampah

Tentang sendok dan garpu, beberapa kantor punya masalah sama: mudah hilang. Di sebuah kantor pernah ada seorang karyawan sengaja meminta tolong petugas kebersihan membuka bekas bungkus makanan di kotak sampah. Kamera ponsel dia pun bersaksi: sendok, kadang bersama garpu, milik kantor pun terbuang ke kotak sampah.

Dia unggah foto ke grup WhatsApp pun masalah masih berulang. Ketika masalah sampai ke CEO, dia hanya bisa geleng-geleng kepala, tak bisa berkomentar. Wajahnya menampakkan kekesalan sekaligus prihatin. Kesian juga seorang CEO harus mengurusi soal ginian karena kepala kantor sudah kewalahan.

Rasa memiliki dan rasa menguasai memang dua hal berbeda.

Pemilik BlogKomedi Indonesiaadab,alat makan,belanja,cangkir,Covid-19,etika,garpu,gelas,jatikramat,mug,pandemi,Sendok,superindo,virus koronaAnda pun mungkin sudah melakukannya: membawa sendok, garpu, dan sumpit ke tempat kerja. Tidak memakai milik dapur kantor. Demi kesehatan di masa pandemi Covid-19. Saya teringat hal itu ketika melihat kemasan sendok garpu seharga Rp55.900 di sebuah pasar swalayan. Bahkan sebagian dari Anda pun sudah melakukannya jauh hari sebelum ada...Suatu atau sebuah blog?