• Lama baca: 2 menit →

Malam ini di teras saya ingin beroleh angin tapi tak dapat, malah nyamuk yang berdatangan. Saya ambil raket nyamuk yang tempo hari saya ceritakan. Peletik tas tes tas tes! Efektif. Tapi menyisakan kuciwa justru karena raketnya sakti.

Lalu saya coba dengan menelengkupkan raket di atas lantai yang dihinggapi nyamuk. Lumayan, mereka tak langsung terbakar, bisa saya pungut.

Ketika raket lama belum saya buang, daya bakarnya yang kepayahan justru berguna untuk mendapatkan nyamuk segar tanpa hangus terbakar. Nyamuk-nyamuk itu saya cemplungkan ke karaf Ikea yang berjejer. Di sana ikan-ikan cupang saya hidup. Sekarang cupang saya tinggal sedikit. Mereka senang setiap kali diberi nyamuk.

Ketika masih bekerja di Jatibaru, Jakpus, saya juga punya cupang. Bahkan tiga cupang pertama saya — Al, El, dan Dul — saya miliki di kantor, lalu di rumah juga memiara. Kalau libur panjang, misalnya Lebaran, ikan-ikan cupang dari kantor saya bawa pulang. Agak repot, tak mungkin naik KRL disambung Transjakarta lalu Gojek ke rumah. Demikian pula saat mengembalikan karaf-karaf bercupang itu ke kantor.

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/06/P_20200629_211721_1-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/06/P_20200629_211721_1-150x150.jpgPemilik BlogMemobetta,cupang,ikan cupang,iseng,love bites,nyamuk,raket nyamukMalam ini di teras saya ingin beroleh angin tapi tak dapat, malah nyamuk yang berdatangan. Saya ambil raket nyamuk yang tempo hari saya ceritakan. Peletik tas tes tas tes! Efektif. Tapi menyisakan kuciwa justru karena raketnya sakti. Lalu saya coba dengan menelengkupkan raket di atas lantai yang dihinggapi nyamuk. Lumayan,...Suatu atau sebuah blog?