Makin lumrah dan mata kita terbiasa dengan coretan kapur pada papan tulis di sejumlah kedai. Malah ada seniman spesialis kapur untuk menggambari kedai. Saya pernah menulis tapi belum saya temukan arsipnya bahwa “gaya kapur yang mirip kedai luar negeri” itu muncul pertengahan 90-an. Yang belum terjawab adalah kenapa baru muncul saat itu dalam kedai-kedai urban?
Karena bolong (akibat percikan cengkih) kian kentara, kaoas nyaman berbahan katun 30S ini pun terpaksa dipensiunkan menjadi lap, alias gombal, dengan tugas pertama menemani sepatu anak saya. Semoga si babi dewan tak melakukan kecurangan apapun di kamar anak saya. Kaos ini produksi 2011 dengan teknik cetak DTG (direct to garment) — pencetakan dengan inkjet printer […]
Artinya produsen di Malaysia ini jujur, karena dia tidak yakin apakah ada kandungan kedelai dan susu dalam keripik kentangnya. Lho bukannya dia yang membuat keripik kentang, dan bisa menyewa laboratorium dan analis? Ah, sudahlah. Toh yang dimaksud “mungkin” itu bukan hal-hal yang haram bagi muslim.
Blog yang kadang salah ketik itu ini punya teman, yakni mouse pad Shadpen bertemakan “flim studio”. Film atau flim? Sama saja, toh tak semua orang cermat. Tepatnya: tak semua orang suka mencari-cari kesalahan orang lain padahal diri sendiri sering salah. 😀 Entahlah apakah dua pengguna MySpace yang disebut dalam kemasan, yakni Derivadesvio dan BaqueInBeat, tahu tentang […]
Sudah lama ada bakso besar dan ada saja penyukanya. Saya tahu pertama kali di warung Romo Gayeng, Gemblakan, Yogyakarta, ada 1980 – dan saya tak berminat mencoba bakso bola tenis itu. Makin ke sini ukuran bakso kian besar, tak mungkin masuk ke mulut dengan sekali caplok. Lihat saja ukuran baksi terkecil yang ada dalam etalase […]