• Ada Sedia Tisu dalam Angkot

    Boleh juga mobil angkutan K40 Kampung Ramnbutan-Pondokgede-Bekasi ini. Sopirnya menyediakan tisu. Untuk dia dan penumpang. Yang tak ada dalam mobil adalah kantong sampah karena lantai mobil bisa menjadi tempat pembuangan, dan kalau mau lebih luas ada di luar mobil, di sepanjang jalan. Sudah empat dasawarsa lebih Indonesia mengenal kertas tisu, tapi…
  • Iwan Fals itu Underground

    Salah satu tokoh yang sering menjadi ikon tempelan pada angkutan penumpang dan barang adalah musikus Iwan Fals. Perlu kita cari tahu, dari sekian potret Iwan yang beredar, pose mana sajakah (dan dari kurun kapan) yang laku. Kalau menurut amatan dan ingatan Anda, itu foto Iwan zaman kapan? Oh ya, lalu hubungan Iwan dengan underground apa? […]
  • Bangsa Penggemar Nasi

    Apa boleh buat. Memang nasi yang kita akrabi. Bahkan saya dengar beberapa daerah yang sebelumnya tak terlalu bergantung kepada nasi pun akhirnya kecanduan nasi. Lalu ketika produksi beras tak mencukupi, kita pun mengimpornya.
  • Tulisan sebagai Hiasan

    Pernahkah pemilik kedai menyigi, dari 100 pengunjung berapakah yang membaca tulisan pada dinding? Kalaupun tak ada yang membaca juga tak soal karena huruf dengan tebaran kata demi kata itu boleh untuk tidak dibaca.  Seperti kaligrafi, dong? Mmmm… mungkin. Kaligrafi yang indah dan mengena juga bisa dinikmati oleh orang yang tak dapat membacanya. Kaligrafi dalam aksara apapun. Oh […]
  • Hadiah Segepok Liflet

    Dalam angkutan umum dan taksi sama saja: pembagi selebaran cenderung mau gampangnya. Yang penting target terpenuhi, sudah membagikan –– bukan menyebarkan –– sekian ratus liflet dalam (katakanlah) dua jam. Caranya? Masukkan saja segepok selebaran ke dalam angkot atau setelah minta permisi kepada sopir taksi langsung memasukkan setumpuk liflet. Misalnya pembagi liflet The Residence Thamrin District, […]