Bidak Bergelimpangan

▒ Lama baca < 1 menit

Ada yang aneh dari bidak-bidak ini. Yang bergelimpangan hanya yang putih, sementara yang hitam tetap berbaris, komplet (ada yang tumbang juga sih). Bidak putih itu disisihkan oleh seorang tamu kedai kopi agar dia punya kapling untuk menaruh piring makanan dan cangkir minuman. Meja bundar untuk dua orang ini memang sesak karena sudah ada built-in chess board, tapi tak ada laci untuk menyimpan bidak. Sisa ruang hanya untuk cangkir kopi (dan asbak). Bagusnya, begitu tamu beranjak maka pramusaji segera memasang bidak — yang tentu saja tidak asal taruh.

Tinggalkan Balasan